Hobi Burung

Poin penting Perawatan Murai Batu hutan dan Hasil Penangkaran

Cara merawat Murai Batu tidaklah sesulit yang dibayangkan, yang terpenting dalam proses ini adalah pemahaman mengenai karakter burung Murai itu sendiri. Pada kesempatan ini kami akan membagikan tips seputar perawatan burung Murai yang telah kami susun berdasarkan pengalaman para ahli.

Di bawah ini, kami akan memberikan penjelasan teknik perawatan dua jenis burung Murai Batu dengan karakter yang berbeda, yakni burung Murai Batu tangkapan hutan (non-ring) dan burung Murai Batu hasil penangkaran.

Langkah awal, jika Anda sudah memiliki kedua jenis burung Murai tersebut -baik yang ring maupun yang non-ring, maka sebaiknya pisahkan burung Murai Batu itu agar ketika berkicau suaranya tidak bersaut-sautan di rumah. Kondisi yang demikian bisa mengakibatkan kedua Murai menjadi kehabisan energi dan malah ngedrop.

Perawatan Harian Burung Murai

murai batu gacor

Murai Batu Gacor

Dalam merawat burung murai baik murai hasil tangkapan hutan ataupun muria batu hasil penangkaran secara garis besar sama saja. Hanya mungkin ada beberapa poin yang perlu kamu perhatikan. Untuk detail perawatannya silahkan baca di artikel ini.

Perawatan Burung Murai Hutan

Burung Murai hasil tangkapan di hutan biasanya memiliki ciri khas suara tembakan yang tajam dan tembus. Anda dapat memberikan suara isian yang sesuai, semisal cililin, cucak jenggot, atau juga kenari. Jika sudah gacor, maka sekali berbunyi rentetan suara cililin bisa dikeluarkan empat hingga lima kali.

Perawatan Murai jenis ini dilakukan mulai saat pagi hari ketika kerodongnya dibuka. Masukkan Murai batu tersebut tanpa menunggu lama lagi ke dalam kandang umbaran. Biarkan selama kurang lebih 5 jam sembari dijemur 1 – 2 jam atau tergantung dari kondisi cuaca dan burungnya.

Baca juga : 7 Solusi Ampuh Perawatan Burung Jalak suren

Selepas dari kandang umbaran, Murai non-ring masuk ke dalam keramba mandi, lalu diangin-anginkan sejenak. Selanjutnya burung Murai dapat diistirahatkan dengan dikerodong kembali.

Pemberian pakan burung Murai non-ring dapat berupa jangkrik sebanyak 5 ekor, dan kroto segar sebagai santapan utamanya.

Lakukan pemberian pakan sesaat setelah kerodong dibuka dan burung dilepas ke dalam kandang umbaran. Setelah itu, pemberian pakan lanjutan bisa dilakukan menjelang burung istirahat, sebanyak 5 ekor jangkrik lagi.

Perawatan Murai  Hasil tangkaran

Sementara itu, untuk Murai jenis tangkaran, suara isian yang bisa diberikan adalah cucak jenggot dan burung gereja tarung, akan tetapi isian cililin masih bisa dijadikan andalan pula, tergantung masteran ketika burung masih trotol.

Perawatannya pun sedikit berbeda. Murai hasil tangkaran biasanya akan dibiarkan berada dalam kandang umbaran selama seharian, lalu dijemur selama 1-2 jam saja. Jika burung Murai hutan harus dimandikan setiap hari, maka berdasarkan pengalaman, Murai hasil tangkaran baiknya dimandikan 2 minggu sekali.

Burung Murai tangkaran yang dimandikan terlalu sering bisa megganggu peformanya di lapangan, sehingga kurang maksimal dalam berkicau.

Selepas pemberian makan, burung Murai tersebut dapat diistirahatkan di dalam ruangan dan dikerodong kembali hingga esok hari.

Porsi makan Murai tangkaran berbeda dengan Murai hutan, cukup berikan 3 ekor jangkrik di pagi hari dan 3 ekor jangkrik lagi pada sore hari. Kroto segar tetap menjadi santapan utama untuk Murai batu ini.

Menangani Murai Batu Kurang Gacor

Murai Batu kurang gacor

Murai Batu kurang gacor

Perawatan burung Murai batu tentu dilakukan agar burung peliharaan kita tersebut menjadi sehat serta rajin berbunyi. Namun adakalanya kita menjadi lengah dalam melakukan perawatan sehingga burung Murai yang tadinya sudah gacor mulai menampakkan penurunan peforma, alias tidak segacor dahulu.

Jika hal tersebut Anda alami, maka berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda ambil,

Jauhkan sangkar Murai dari burung lainnya. Berikanlah ruang tersendiri pada burung Murai batu seperti kebiasaannya di alam bebas yang memiliki wilayah territorial tersendiri. Denagn demikian, mental burung akan kembali dan membawa serta kicauan gacornya.

Baca juga : Download suara murai batu rasa cililin

Tambahkan porsi makan. Pemberian kroto segar serta jangkrik dalam jumlah lebih dari biasanya harus dilakukan sebagai cara untuk menambah nutrisi dari burung Murai.

Disamping itu, perlu juga memberikan extra fooding alternatif berupa cacing, belalang hijau, kepompong, atau telur rebus. Anda bisa mencari tahu setelan pakan yang sesuai untuk burung Murai Anda dengan melakukan pengamatan setiap harinya.

Mandikan burung lebih sering. Tujuannya adalah untuk menstabilkan birahi sang burung, bahkan jika perlu burung juga dapat diberikan terapi mandi malam setiap harinya atau hanya dalam beberapa hari saja.

Keluarkan burung saat subuh hari. Burung yang rajin dikeluarkan pada subuh atau istilahnya diembunkan terbukti lebih rajin berbunyi.

Berikan multivitamin tambahan. Pemberian multivitamin pada burung Murai yang mengalami penurunan peforma adalah langkah yang sudah tepat, karena fungsi dari multivitamin ini adalah memperbaiki hormon serta metabolisme tubuh burung. Hasilnya, burung Anda pun bisa kembali gacor.

Kesimpulan

Itulah beberapa tips mengenai cara merawat Murai Batu. Yang terutama di sini adalah pengenalan akan jenis, karakter, serta kebiasaan dari masing-masing burung yang kita pelihara tersebut.

Dengan demikian, kita bisa menentukan teknik perawatan, porsi latihan, hingga porsi makanan yang sesuai demi menjadikan burung Murai selalu gacor ketika tampil di lapangan.