Hobi Burung

Daftar Harga Burung Gereja Lengkap dan Terpercaya

Harga Burung gereja di pasaran memang cukup bervariasi, tergantung dari jenis burung gereja itu sendiri. Pada gereja dewasa liar dibanderol dengan harga Rp. 5.000, untuk lolohan dibanderol mulai dari Rp. 20 ribu, gereja yang usianya masih muda dihargai sekitar Rp. 25 ribu, dan gereja gacor dibanderol dengan kisaran harga mulai dari Rp. 125 ribu hingga Rp. 150.000 bahkan bisa lebih tinggi lagi. Untuk lebih jelasnya, berikut daftar harga burung gereja terbaru!

Jenis Burung GerejaHarga
Burung gereja sudah gacorRp. 125.000 – Rp. 150.000,-
Burung gereja muda dan jinakRp. 25.000 – Rp 75.000
Burung gereja lolohanRp. 20.000,-
Burung gereja dewasa liarRp. 5.000,-

Ada banyak orang yang memelihara burung gereja untuk dijadikan burung masteran, hal ini karena burung gereja memiliki suara crecetan yang keras dan merdu. Akan tetapi, untuk perawatan burung gereja sendiri tidaklah mudah sebab burung gereja terlah terbiasa hidup berkoloni dengan sesamanya.

Baca juga : Daftar Harga Burung Kutilang Lengkap dan Terpercaya

Kita sering menjumpai burung gereja di tempat ibadah, rumah-rumah, hingga bangunan sekolah. Gereja merupakan jenis burung yang berpostur tubuh kecil berwarna cokelat pada bulunya, sama seperti pada burung emprit, hanya saja kicauannya lebih merdu dan unik. Burung gereja sendiri, sebenarnya termasuk sejenis burung pipit hanya saja memiliki sedikit perbedaan.

gambar burung gereja

gambar burung gereja

Meskipun harga gereja di pasaran bisa berbeda untuk tiap-tiap daerah, namun setidaknya sobat mengetahui kisaran harga burung gereja terbaru. Dengan begitu sobat pun bisa mempersiapkan budget yang tepat dan memilih usia burung gereja yang tepat untuk peliharaan.

Burung Gereja

Dalam bahasa asing, burung gereka ini disebut sebagai sparrow. Burung gereka termasuk ke dalam family Passeridae. Burung gereja termasuk jenis burung yang mudah dipelihara, karena burung ini mudah untuk dijinakkan dan tidak sesulit menjinakkan burung kicau yang lainnya. Hal tersebut disebabkan burung ini telah terbiasa berada di lingkungan yang banyak terdapat manusia, jadi tak memerlukan waktu yang lama untuk beradaptasi.

Awal mula kedatangan burung gereja itu sendiri dari benua Afrika dan Eropa. Lalu banyak penangkan burung yang menyebarluaskannya sampai ke Australia. Bahkan di Indonesia sendiri, burung gereja merupakan jenis burung yang memiliki populasi cukup banyak serta merata. Keberadaannya hampir tersebar di seluruh wilayah di tanah air, mulai dari wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, bahkan Papua.

burung gereja dewasa

burung gereja dewasa

Burung gereja memiliki daya tarik berupa kicauannya yang begitu merdu, sehingga tak jarang para kolektor atau premaster burung kicau merawat burung gereja.

Sayangnya pada burung hasil tangkapan secara liar, akan sulit dijinakkan jika dibandingkan burung yang telah dipelihara dari kecil. Di samping itu, untuk harga gereja sendiri bisa dibilang sangat murah sebab sering dijumpai di daerah-daerah tertentu yang memiliki banyak peminat burung gereja.

Burung dengan postur tubuh hanya berkisar 10-13 cm ini, memiliki daya terbang yang tak terlalu tinggi berbeda dari burung merpati. Selain itu, suara kicauan burung gereka tidak semerdu jenis burung kenari. Keberadaannya bahkan sering dianggap sebagai hama atau parasite oleh masyarakat sekitar, sebab burung ini gemar memakan biji-bijian dari hasil panen.

Burung gereja kerap ada di atap-atap tempat peribadatan, burung ini juga sering tinggal di atap perumahan, di ranting-ranting pohon, bertengger di atas kabel listrik, dan lainnya.

Suara Khas Burung Gereja

Suara burung gereja bisa dibilang monoton, biasanya burung ini berkicau bersamaan dengan koloninya, sehingga terdengar begitu ramah. Terlebih lagi saat gereja pejantan sedang memperebutkan betina, sehingga akan muncul suara kicauan lebih keras.

Burung ini umumnya dominan berwarna cokelat, dengan bentuk fisik antara betina dan jantan hampir sama, yang membedakannya hanya pada tubuh burung pejantan yang agak lebih besar dibandingkan burung betina.

Pada gereja jantan, biasanya berwarna cokelat tua, sementara burung gereja betina warnanya cokelat sedikit terang. Gereja sudah terbiasa hidup bergerombol, biasanya untuk satu burung gereja betina di dalam sangkar ditemani beberapa burung jantan sekaligus. Hal ini berbeda dibandingkan merpati yang biasanya setia bersama pasangannya.

Walaupun burung gereja ini tidak begitu menarik dilihat dari fisiknya, dengan postur tubuh yang mungil, bahkan dianggap sebagai hama oleh sebagian masyarkat, namun tidak berarti burung gereja tidak bermanfaat. Justru karena kicauannya yang sangat monoton tersebut terdengar unik, bahkan tak sedikit sobat pencinta burung kicau yang memakai audio kicauannya sebagai masteran burung.